Rabu, 24 Oktober 2012

PKn



Aturan yang Berlaku di Masyarakat

Aturan adalah ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Aturan digunakan sebagai panduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima.
Aturan yang berlaku pada satu kelompok masyarakat belum tentu berlaku pada masyarakat yang lain. Meskipun biasanya ada juga aturan yang sifatnya umum, berlaku di segala tempat. Aturan bisa dibuat secara tertulis, bisa juga tidak tertulis. Aturan juga mengandung sanksi. Sanksinya biasanya dibuat sesuai dengan aturan, bisa ringan bisa juga berat. Hal itu biasanya tergantung pelanggaran yang dilakukan.
Ketika pelajaran Kewarganegaraan, Andi merasa sakit perut. Andi meminta izin kepada Ibu Guru untuk pergi ke toilet. Setelah Ibu Guru mengizinkan, Andi baru pergi meninggalkan kelas. Minta izin sebelum meninggalkan kelas adalah sebagian aturan yang diberlakukan di kelas Andi.

A. Aturan di Sekolah
Aturan yang berlaku di sekolah ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis. Perhatikan contoh aturan berikut.

Contoh Aturan Tertulis di Sekolah
1. Harus hadir paling lambat lima belas menit sebelum bel dibunyikan
2. Berpakaian seragam lengkap
3. Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah
4. Dilarang membawa senjata tajam
5. Dilarang memakai perhiasan
6. Setiap hari Senin siswa wajib mengikuti upacara

Contoh Aturan Tidak Tertulis di Sekolah
1. Menengok teman yang sedang sakit
2. Membantu teman yang mendapat musibah
3. Bersikap sopan kepada setiap warga sekolah
4. Mengucap salam jika bertemu guru
5. Menghormati  setiap warga sekolah

B. Aturan di Lingkungan Masyarakat
Seperti di sekolah, di masyarakat juga ada aturan tertulis dan ada aturan tidak tertulis. Aturan yang tertulis misalnya “tamu yang datang menginap, harus lapor ke Ketua RT”. Peraturan yang tidak tertulis misalnya “jika ada tetangga sakit, sebaiknya kita menengoknya”.
Aturan yang dibuat di lingkungan ditujukan untuk mengatur tata-tertib kehidupan warga. Dalam aturan itu biasanya disebutkan kewajiban-kewajiban warga untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kenyamanan lingkungan.
Dalam aturan sering juga dicantumkan hak-hak yang bisa diperoleh oleh warga. Misalnya hak keamanan, pelayanan dari aparat RT atau RW atau kelurahan, serta kenyamanan warga. Berikut adalah contoh aturan yang diterapkan di Lingkungan RT 03 RW 09 Kelurahan Suka Rasa.
Aturan Tertulis bagi Warga Lingkungan RT 03 RW 09
1. Setiap kepala keluarga wajib memiliki Kartu Keluarga
2. Setiap warga yang sudah berumur 17 tahun wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk
3. Tamu yang menginap lebih dari 24 jam wajib lapor pada ketua RT
4. Setiap warga wajib menjaga keamanan lingkungan
5. Setiap warga wajib menjaga kebersihan lingkungan
6. Setiap warga wajib menjaga ketenangan lingkungan

C. Melaksanakan Aturan di Lingkungan Sekolah
Murid kelas 3 patuh pada peraturan. Mereka datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Aturan ini dibuat agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan tepat waktu dan lancar. Selain itu, agar murid-murid bisa mempersiapkan diri sebelum menerima pelajaran dari guru. Jika semua murid mematuhi aturan ini suasana belajar menjadi lancar dan tertib.
Sudah lima hari Reni tidak masuk sekolah. Kata Pak Guru, Reni sakit demam berdarah. Reni dirawat di rumah sakit. Pak Guru mengusulkan agar ada perwakilan dari kelas 3 yang menjenguk Reni. Pak Guru akan ikut serta mendampingi. Menjenguk teman yang sedang sakit merupakan salah satu contoh aturan yang tidak tertulis yang berlaku di sekolah.




D. Melaksanakan Aturan di Lingkungan Masyarakat
Melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat merupakan kewajiban warga setempat. Aturan diberlakukan untuk membuat kondisi lingkungan lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya setiap warga melaksanakan aturan dengan suka rela. Tidak merasa terpaksa melakukannya.
Adik Pak Hadi, Budi, datang dari kampung. Budi baru saja tamat dari Sekolah Teknik Menengah (STM). Budi ingin mencari pekerjaan. Sementara belum mendapat pekerjaan, Budi berniat tinggal di rumah Pak Hadi.
Setelah satu hari menginap, Pak Hadi mengajak Budi berkunjung ke rumah Pak RT. Pak Hadi melaporkan bahwa Budi akan tinggal sementara di rumahnya.
Pak RT menerima laporan Pak Hadi dengan senang hati. Pak RT senang dan bangga bahwa warganya melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan dengan tanggung jawab.
Melaporkan tamu kepada Pak RT memang merupakan keharusan. Dengan begitu Pak RT jadi tahu ada warga sementara yang tinggal di wilayah RT-nya.

E. Akibat Melanggar Aturan di Sekolah
Tia kembali bikin ribut di kelas. Tia terus ngobrol dengan teman sebangkunya. Begitu asyiknya mereka mengobrol sampai mengganggu pelajaran.
Tari yang duduk dibelakang Tia merasa terganggu. Tari berusaha mengingatkan Tia. Namun, Tia tidak menghiraukan. Sampai akhirnya Pak Guru mendengar Tia yang ketawa-ketawa. Pak Guru mrnrgur Tia. Pelajaran menjadi terganggu. Pak Guru menghentikan penjelasan. Murid yang lain juga merasa terganggu.
Jadi, bila kita melanggar aturan maka kita akan rugi dan merugikan orang lain. Pernahkah kamu melanggar aturan di sekolah? Melanggar aturan itu menimbulkan kerugian, maka jangan melanggar aturan.

F. Akibat Melanggar Aturan di Masyarakat
Pak Nurman warga RT 13. Dibandingkan dengan warga sekitarnya, keluarga Pak Nurman bisa dibilang lebih berada. Itu terliha dari bangunan rumah Pak Nurman. Sayangnya, Pak Nurman dan keluarganya kurang mau bergaul dengan warga RT 13. Ibu Nurman, tidak mau ikut arisan. Pak Nurman, meskipun berkali-kali diundang rapat atau kerja bakti, tapi tidak pernah datang.
Ketika ada warga yang kemalangan, keluarga Pak Nurman juga tidak mau datang. Sekadar memberi ucapan bela sungkawa. Pak Nurman tidak mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan setempat.
Pak RT sudah berusaha mengingatkan Pak Nurman. Agar Pak Nurman mau meluangkan sedikit waktu untuk mau bergaul dengan warga setempat. Namun Pak Nurman tidak memperhatikan teguran Pak RT. Akibatnya, ketika Pak Nurman mendapat musibah warga tudak peduli. Tidak ada yang mau membantu atau sekadar datang untuk bersimpati.

0 komentar:

Posting Komentar